This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 27 Januari 2022

Faringitis

Faringitis

Faringitis adalah peradangan pada tenggorokan atau faring. Kondisi ini disebut juga radang tenggorokan, yang ditandai dengan tenggorokan terasa nyeri, gatal, dan sulit menelan.

Faringitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Beberapa jenis virus yang bisa menyebabkan faringitis adalah influenza, rhinovirus, dan Epstein-Barr. Walaupun lebih sering disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri golongan Streptococcus juga bisa menyebabkan faringitis.

Faringitis

Virus dan bakteri penyebab faringitis sangat mudah menyebar lewat udara, misalnya lewat butiran air ludah dari batuk penderita yang terhirup.

Gejala Faringitis

Faringitis biasanya baru menimbulkan gejala sekitar 2-5 hari setelah penderita terkena infeksi. Beberapa gejala yang bisa timbul saat seseorang menderita faringitis, antara lain:

Selain itu, gejala lain yang bisa timbul adalah suara parau dan batuk. Jika infeksi meluas ke amandel atau tonsil bisa terjadi peradangan dan pembengkakan pada amandel.

Kapan harus ke dokter

Periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala faringitis yang telah disebutkan di atas terutama bila gejala tidak membaik dalam 1 minggu, atau disertai dengan kesulitan menelan, kesulitan bernapas, muncul ruam di kulit, hingga kesulitan membuka mulut.

Orang yang memiliki riwayat sinusitis, alergi, atau penyakit asam lambung, lebih berisiko mengalami faringitis. Oleh karena itu, bila Anda menderita salah satunya, periksakan diri ke dokter secara berkala untuk mengontrol kondisi kesehatannya dan mencegah faringitis.

Penyebab Faringitis

Faringitis atau radang tenggorokan paling sering disebabkan oleh infeksi virus. Jenis virusnya bisa beragam namun umumnya berasal dari golongan virus influenza, adenovirus, rhinovirus, dan Epstein-Barr.

Faringitis juga bisa disebabkan oleh penyebaran infeksi dari penyakit lain, seperti pilek, flu, pertusis, campak, cacar, dan mononucleosis.

Pada beberapa kasus, faringitis juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri ini biasanya berasal dari golongan Streptococcus A. Meski jarang, bakteri lain seperti Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, dan Corynebacterium diphtheriae, juga bisa menyebabkan faringitis.

Meski kondisi ini jarang terjadi infeksi jamur Candida juga bisa menyebabkan faringitis.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami faringitis, antara lain:

  • Anak-anak berusia 3-15 tahun.
  • Sering terpapar asap rokok atau polusi.
  • Memiliki riwayat alergi, seperti alergi dingin, alergi debu, atau bulu binatang.
  • Memiliki riwayat sinusitis.
  • Sering berada di ruangan yang kering, seperti ruang ber-AC.
  • Memiliki riwayat kontak dengan orang yang sedang mengalami faringitis, termasuk tinggal bersama orang yang sedang mengalami radang tenggorokan dan bekerja di rumah sakit.
  • Sering melakukan aktivitas yang menyebabkan ketegangan pada otot tenggorokan, misalnya karena bicara atau berteriak terlalu keras.
  • Memiliki sistem imun yang lemah.
  • Menderita GERD (gastroesofageal reflux disease) atau penyakit asam lambung.

Diagnosis Faringitis

Untuk mendiagnosis faringitis, dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan dan gejala yang dialami pasien, serta menelusuri riwayat kesehatan pasien.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk memeriksa bagian telinga, hidung, mulut, dan tenggorokan pasien. Pemeriksaan tenggorokan dilakukan untuk melihat adanya pembengkakan dan kemerahan di tenggorokan.

Jika diperlukan, dokter akan meminta pasien untuk melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab infeksi. Pemeriksaan penunjang ini meliputi:

  • Swab tenggorokan dan kultur bakteri
    Swab tenggorokan dilakukan dengan mengambil sampel dari tenggorokan untuk selanjutnya dilakukan kultur untuk mendeteksi keberadaan bakteri di tenggorokan.
  • Tes darah
    Tes darah dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk mendeteksi adanya infeksi.

Pengobatan Faringitis

Pengobatan faringitis bertujuan untuk meredakan keluhan dan gejala, mengatasi infeksi penyebab faringitis, dan mencegah terjadinya komplikasi.

Dua langkah penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan penanganan mandiri dan pemberian obat-obatan. Berikut penjelasannya:

Penanganan mandiri

Langkah penanganan mandiri yang bisa dilakukan untuk mengatasi faringitis adalah:

  • Banyak beristirahat hingga kondisi terasa lebih baik.
  • Jangan terlalu banyak berbicara terutama bila suara sedang serak.
  • Minum air putih dalam jumlah yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi.
  • Gunakan pelembab udara (humidifier) jika udara dalam ruangan terasa kering.
  • Konsumsi makanan yang nyaman di tenggorokan, seperti sup kaldu hangat.
  • Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan nyeri tenggorokan.
  • Hindari paparan asap rokok dan polusi

Pemberian obat-obatan

Bila penanganan faringitis secara mandiri tidak membuat kondisi membaik dalam beberapa hari, maksimal 1 minggu, pemeriksaan ke dokter diperlukan. Dokter meresepkan beberapa jenis obat, seperti:

  • Antibiotik
    Antibiotik adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri. Obat ini akan diberikan jika faringitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Jenis antibiotik untuk radang tenggorokan yang dipilih biasanya adalah penisilin dan amoxicillin. Selalu ikuti anjuran dan aturan penggunaan obat yang diberikan oleh dokter. Jangan menghentikan penggunaan obat secara sembarangan.
  • Benzocaine
    Benzocaine akan diberikan oleh dokter untuk mengatasi sakit tenggorokan dan kesulitan menelan yang sering terjadi pada faringitis. Bahan ini sering ada di obat kumur atau permen pelega tenggorokan (lozenges).
  • Paracetamol atau ibuprofen
    Paracetamol dan ibuprofen merupakan antidemam dan antinyeri. Obat-obat diberikan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam, yang bisa terjadi selama faringitis.

Perawatan di rumah sakit dengan memberikan pasien cairan infus juga bisa menjadi pilihan penanganan faringitis bila pasien sangat sulit menelan sehingga berpotensi kekurangan nutrisi.

Komplikasi Faringitis

Faringitis umumnya tidak menimbulkan komplikasi. Namun bila kondisi terus dibiarkan tanpa penanganan, infeksi dapat menyebar dan menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:

Pencegahan Faringitis

Pencegahan faringitis dilakukan dengan menghindari penyebab dan pemicunya. Anda dapat melakukannya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti:

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah ke toilet, dan setelah batuk atau bersin.
  • Jangan berbagi peralatan makan dan minum atau peralatan mandi dengan penderita faringitis.
  • Selalu tutup mulut dan hidung dengan tangan atau tisu saat batuk.
  • Jangan merokok dan hindari paparan asap rokok dan polusi.
  • Cuci mainan anak yang menderita faringitis (terutama mainan yang biasa ia masukkan ke mulut) dengan bersih.
  • Pasien faringitis sebaiknya tidak masuk sekolah atau kantor selama 1-2 hari pertama sakit untuk mencegah penularan.
  • sumber=https://www.alodokter.com/faringitis


 

tonsilitis

 

Pengertian Radang Amandel

Radang amandel atau tonsilitis adalah kondisi ketika amandel mengalami inflamasi atau peradangan. Kondisi ini umumnya dialami oleh anak usia 3–7 tahun. Meski begitu, radang amandel juga dapat terjadi pada orang dewasa, terutama lansia.

Amandel atau tonsil adalah dua kelenjar kecil di tenggorokan yang berfungsi untuk mencegah infeksi, khususnya pada anak-anak. Namun, seiring bertambahnya usia dan makin kuatnya daya tahan tubuh, fungsi amandel mulai tergantikan dan ukurannya secara perlahan akan menyusut.

radang amandel, gejala, penyebab, cara mencegah, cara mengobati, alodokter

Penyebab dan Gejala Radang Amandel

Radang amandel disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Beberapa jenis virus yang menjadi penyebab radang amandel adalah virus yang juga menyebabkan batuk pilek atau flu.

Gejala utama radang amandel adalah pembengkakan amandel dan rasa sakit ketika menelan. Kondisi ini juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti suara serak, demam, bau mulut, batuk, dan sakit kepala.

Pengobatan dan Pencegahan Radang Amandel

Radang amandel dapat ditangani dengan terapi mandiri, pemberian obat, atau operasi. Dokter akan menentukan metode yang tepat, sesuai dengan hasil pemeriksaan kondisi pasien.

Radang amandel merupakan kondisi yang dapat dicegah. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan diri, agar infeksi tidak menular ke orang lain.

sumber=https://www.alodokter.com/radang-amandel



(Influenza)

 Flu (Influenza)

Pengertian

Apa yang dimaksud dengan flu (influenza)?

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini biasanya datang secara tiba-tiba dan berlangsung selama 7-10 hari.

Penyakit ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa harus minum obat flu. Anda juga bisa menggunakan obat-obatan flu alami untuk meredakan gejalanya.

Pada negara-negara beriklim sedang, influenza biasanya terjadi secara musiman pada saat memasuki musim dingin atau penghujan. Sementara itu, di negara-negara beriklim tropis, kondisi ini mungkin dapat terjadi sepanjang tahun.

Bagi orang tua, balita, dan orang dengan imunitas lemah, kondisi ini bisa berlangsung lebih parah, bahkan kadang berisiko mengakibatkan kematian akibat komplikasi yang muncul.

Tipe lain dari influenza adalah flu babi (HIN1), flu burung (H5N1, H7N9), dan lain-lain.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Flu adalah kondisi yang sangat umum dan bisa terjadi pada semua orang dari segala usia. Setiap tahun terdapat 10-15% kasus influenza, memengaruhi 250.000 – 500.000 orang.

Orang dewasa biasanya terjangkit influenza 2-3 sekali per tahun sedangkan anak-anak bisa terkena flu sebanyak 6-7 kali per tahun.

Tanda-tanda dan gejala

Apa sajakah tanda-tanda dan gejala dari flu?

Gejala flu umumnya datang secara tiba-tiba. Tanda dan gejalanya biasanya mulai dari 24-48 jam setelah terpapar virus. Gejala dan demam terburuk biasanya berlangsung selama 3-5 hari.

Beberapa gejala flu, antara lain:

  • Panas tinggi (sampai atau bahkan lebih dari 40°C)
  • Mengigil
  • Nyeri otot
  • Merasa sangat lemah atau lelah
  • Sakit kepala
  • Mata berair dan panas
  • Batuk dan bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Sakit perut (lebih sering pada anak-anak dibandingkan orang dewasa)
  • Batuk dan merasa sangat lemah dan lelah bisa bertahan hingga 6 minggu.

Mungkin ada beberapa tanda dan gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran mengenai gejala influenza, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus ke dokter?

Kebanyakan orang yang terkena penyakit ini dapat melakukan pengobatan mandiri di rumah dan tidak perlu ke dokter.

Jika Anda menunjukkan gejala-gejala yang berisiko memicu komplikasi, pergilah ke dokter segera. Mengonsumsi obat antivirus dalam 48 jam pertama setelah munculnya gejala utama dapat mengurangi durasi terjadinya influenza. Antivirus juga bisa mencegah masalah yang lebih serius.

Penyebab

Apa penyebab flu?

Penyebab utama flu adalah virus influenza. Terdapat empat jenis virus influenza, yaitu tipe A, B, C dan D.

Influenza A dapat menyebabkan pandemi di seluruh dunia. Flu burung dan flu babi termasuk ke dalam jenis ini. Sementara itu, influenza B juga dapat menyebabkan epidemi flu musiman, tapi penyakit ini hanya menyerang manusia.

Influenza C bersifat lebih ringan dan tidak akan menciptakan wabah atau pandemi. Satu lagi, tipe D adalah virus yang sering kali menyerang ternak dan kemungkinan besar tidak menginfeksi manusia.

Bagaimana cara penularan virus flu?

Penularan virus flu biasanya terjadi akibat menghirup udara yang sudah terkontaminasi virus dari orang lain yang terinfeksi (misalnya melalui batuk atau bersin). Anda juga bisa tertular karena menyentuh benda yang sudah terpapar virus.

Orang yang terkena virus influenza mungkin menularkan penyakitnya bahkan sebelum mereka merasakan gejala. Kecenderungan menularkan virus itu berlanjut sejak gejala awal muncul hingga lima hari kemudian.

Anak-anak dan orang-orang dengan sistem kekebalan lemah mungkin menularkan virus tersebut untuk waktu yang lebih lama.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya kena penyakit ini?

Berikut ini ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda untuk terinfeksi virus influenza penyebab flu:

1. Usia

Influenza musiman cenderung menyerang balita dan orang tua. Kondisi ini umumnya menyerang anak-anak di bawah 1 tahun dan orang tua di atas 65 tahun.

2. Kondisi tempat tinggal

Orang yang tinggal di fasilitas bersama dengan banyak penghuni, seperti panti jompo atau asrama, lebih sering terkena influenza. Orang yang dirawat di rumah sakit juga berisiko tinggi.

3. Sistem kekebalan tubuh lemah

Pengobatan kanker, obat antipenolakan, kortikosteroid, dan HIV/AIDS bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Hal ini bisa membuat Anda lebih mudah tertular influenza dan bisa juga meningkatkan risiko terkena komplikasi.

4. Penyakit kronis

Kondisi kronis, seperti asma, diabetes, atau jantung, bisa meningkatkan risiko Anda terjangkit komplikasi akibat influenza.

5. Hamil

Wanita hamil lebih mungkin untuk terjangkit komplikasi influenza, terutama dalam trimester kedua dan ketiga. Wanita yang baru melahirkan hingga dua minggu setelahnya juga berisiko mengalami komplikasi yang berhubungan dengan flu.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat influenza?

Jika Anda berusia muda dan sehat, influenza adalah kondisi yang tidak serius. Meskipun Anda mungkin merasa tidak nyaman ketika menghadapinya, influenza biasanya pergi dalam satu atau dua minggu tanpa efek apa pun.

Namun, komplikasi akibat influenza mungkin saja terjadi jika Anda termasuk ke dalam orang yang berisiko tinggi.

Menurut situs pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika (CDC), orang-orang dengan berat badan berlebih, memiliki penyakit kronis, dan berusia di bawah 19 tahun yang mengonsumsi aspirin dalam jangka panjang lebih berisiko mengalami komplikasi akibat flu.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, antara lain:

Pneumonia adalah komplikasi flu yang paling serius. Untuk orang tua dan orang dengan kondisi kronis, pneumonia dapat berakibat fatal.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan merupakan pengganti anjuran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk flu?

Beberapa pilihan pengobatan untuk menangani influenza adalah:

1. Obat-obatan medis

Flu tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik karena disebabkan oleh virus. Namun, ada beberapa obat yang bisa digunakan untuk meredakan gejala flu atau obat antivirus agar Anda tak terlalu lama mengalami flu.

Beberapa pilihan obat flu, antara lain antinyeri dan penurun panas (paracetamol) serta obat batuk (dekongestan).

2. Pengobatan alami

Selain menggunakan obat-obatan medis, Anda juga bisa mencoba pengobatan flu alami yang sederhana, seperti menghirup uap hangat atau menggunakan minyak esensial.

Tes apa yang umum untuk mendiagnosis penyakit ini?

Dokter akan membuat diagnosis dari gejala-gejala yang Anda alami. Dokter juga bisa melakukan tes untuk memastikan diagnosis tersebut.

Tes tersebut bisa melibatkan sampel cairan dari ingus atau menggunakan sampel darah. Dokter juga bisa meminta rontgen dada untuk mengecek adanya pneumonia (komplikasi).

Pengobatan Rumahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang membantu mengatasi influenza?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah yang bisa membantu Anda mengatasi penyakit ini adalah:

  • Menggosokkan balsam dengan formula bahan-bahan alami berkhasiat seperti camphor, eucalyptus oil, dan menthol pada dada, leher, dan punggung.
  • Menghirup uap hangat dengan menyampurkan 2 sendok teh balsam dengan air panas. Atau dengan bantuan vaporizer untuk mengencerkan ingus yang menyumbat hidung.
  • Berkumur dengan air garam hangat atau obat kumur bisa meringankan sakit tenggorokan.
  • Mandi air hangat atau kompres dengan bantalan pemanas bisa membantu meringankan nyeri otot.
  • Minum air yang banyak adalah yang paling penting.
  • Perbanyak cairan dalam tubuh: minum 2 liter air putih setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang
  • Konsumsi suplemen atau vitamin untuk daya tahan tubuh
  • Istirahat yang cukup
  • Konsumsi obat penghilang rasa sakit

Sebelum meminum obat ataupun suplemen, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi Anda, sekalipun itu obat bebas.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah flu?

Menurut World Health Organization atau WHO, cara terbaik untuk terhindar dari penyakit ini adalah dengan mendapatkan vaksinasi flu. Virus flu adalah jenis virus yang akan berevolusi secara terus-menerus. Itu sebabnya, WHO juga membuat rekomendasi untuk terus memperbaharui bahan-bahan vaksin.

WHO menganjurkan vaksinasi tahunan untuk kelompok berisiko tinggi, termasuk petugas kesehatan. Idealnya, vaksin ini dilakukan sebelum musim flu dimulai. Namun, mendapatkan vaksinasi kapan pun masih dapat membantu Anda terhindar dari sakit flu

sumber=https://hellosehat.com/pernapasan/flu/pengertian-flu/