Kamis, 13 Januari 2022

Frekuensi Napas Normal Dalam 60 Detik pada Anak dan Dewasa

Frekuensi napas normal per 60 detik untuk orang dewasa adalah 12-16 kali per menit

Frekuensi napas normal bisa menunjukkan kondisi kesehatan
Tak hanya mengetahui cara bernapas yang benar, Anda juga perlu memiliki frekuensi napas normal. Frekuensi ini bisa juga disebut sebagai jumlah respirasi.
 Ini juga menjadi salah satu tanda vital apakah paru-paru masih bekerja dengan baik atau tidak.Perlu Anda ketahui pula bahwa frekuensi pernapasan normal anak hingga orang dewasa pun berbeda. Berikut penjelasannya.

Apa itu frekuensi napas normal?

Dalam sistem pernapasan manusia, frekuensi napas normal adalah jumlah napas yang sudah dihirup dalam waktu 60 detik atau satu menit. Namun, tingkat pernapasan biasanya meningkat saat Anda berolahraga.Mengutip dari Verywell Health, jumlah napas normal dalam 60 detik adalah tanda otak untuk memberitahu tubuh untuk tetap bernapas.Apabila kadar oksigen dalam darah menurun atau kadar karbondioksida meningkat, tubuh akan bernapas lebih sering.

Frekuensi napas normal dalam 60 detik

Frekuensi napas normal pada setiap orang bisa berbeda, tergantung dari usia. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

1. Frekuensi napas normal pada orang dewasa

Perlu Anda ketahui baha frekuensi napas normal orang dewasa berkisar antara 12-16 kali per menit. Namun, bernapas lebih dari 16 kali tidak selalu menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.Batas seseorang mengalami gangguan tertentu pada pernapasan biasanya adalah jika frekuensi napasnya di atas 20 kali per menit.Lalu, gangguan yang terjadi tergolong cukup parah apabila jumlah napas permenitnya mencapai lebih dari 24 kali per menit.Sementara itu, frekuensi napas di bawah normal menandakan gangguan pada sistem saraf pusat.

2. Frekuensi napas normal pada anak-anak

Berikut ini adalah frekuensi napas normal anak-anak dalam 60 detik berdasarkan usianya, yaitu:
  • Bayi baru lahir - 1 tahun: 30-60 kali permenit.
  • Usia 1 - 3 tahun: 24-40 kali permenit.
  • Usia 3 - 6 tahun: 22-34 kali permenit.
  • Usia 6 - 12 tahun: 18-30 kali permenit.
  • Usia 12 - 18 tahun: 12-16 kali permenit.

Cara mengukur frekuensi napas

Tingkat pernapasan seseorang dapat diukur dengan menghitung jumlah napas dalam jangka waktu satu menit. Namun, ada pula faktor yang bisa memengaruhi hasil.Untuk mengetahui frekuensi napas normal, Anda bisa mengukurnya sendiri di rumah. Caranya pun sederhana, seperti berikut ini.
  • Siapkan pengukur waktu atau timer dan setel selama 1 menit
  • Agar hasil pengukuran akurat, Anda perlu berada di posisi yang rileks, seperti sambil duduk atau tiduran.
  • Jangan lakukan gerakan yang melelahkan sebelum mengukur frekuensi napas.
  • Setelah tubuh siap, nyalakan penghitung waktu dan mulai hitung jumlah tarikan napas dalam waktu satu menit.
Untuk mempermudah, Anda bisa menghitung berapa kali dada bergerak naik saat bernapas.Berikut adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi frekuensi pernapasan, seperti:
  • Keadaan emosi,
  • Kesehatan fisik,
  • Suhu dalam tubuh,
  • Penyakit dan status kesehatan.

Penyebab frekuensi napas kurang dari normal

Beberapa penyebab frekuensi napas kurang dari normal yang perlu Anda ketahui, seperti:

1. Konsumsi alkohol berlebih

Alkohol merupakan zat yang bisa berperan sebagai depresan pada sistem saraf pusat. Semakin banyak alkohol yang Anda konsumsi, maka efek depresan ini pun akan semakin meningkat.Untuk itu, hal ini bisa membuat kerja dari sistem saraf pusat terganggu hingga memengaruhi frekuensi pernapasan normal.

2. Mengonsumsi obat-obatan terlarang

Obat-obatan terlarang atau narkotika, bisa memengaruhi kerja sistem saraf pusat dan merusak berbagai fungsi penting di tubuh, termasuk pernapasan.

3. Cedera otak

Cedera pada otak terjadi di bagian otak yang berperan mengatur pernapasan di tubuh. Ini menyebabkan frekuensi pernapasan normal menjadi lebih sedikit dari yang seharusnya.

4. Apnea tidur

Apnea tidur adalah gangguan yang membuat pola pernapasan pengidapnya terganggu saat sedang tidur. Penyebabnya karena dinding tenggorokan mengendur serta menyempit.

5. Hipotiroidisme

Penyebab hipotiroidisme adalah kelenjar tiroid yang kurang aktif. Padahal, kelenjar tersebut berperan menghasilkan hormon tiroid yang mengatur banyak proses penting di tubuh, termasuk pernapasan.Penyakit ini bisa membuat otot paru-paru melemah, sehingga pengidapnya jadi sulit bernapas dan frekuensi napasnya pun kurang dari normal.

Penyebab frekuensi napas lebih dari normal

Frekuensi napas lebih dari normal bisa disebabkan oleh beberapa kondisi atau penyakit sistem pernapasan, seperti di bawah ini:

1. Demam

Demam adalah kondisi ketika suhu di tubuh naik. Maka dari itu, salah satu usaha alami tubuh untuk menurunkannya adalah dengan bernapas lebih cepat.

2 Asma

Salah satu penyebab frekuensi napas lebih tinggi dari normal adalah serangan asma. Pada orang dengan riwayat asma, kenaikan frekuensi napas sedikit saja bisa menandakan kekambuhan yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah saat mengalami sesak napas.

3. Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi kekurangan cairan di tubuh. Tidak hanya bisa memicu bibir pecah-pecah serta tubuh terasa lemas, kondisi ini juga bisa meningkatkan frekuensi napas normal.

4. Penyakit paru obstruktif kronis

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah salah satu penyebab umum terjadinya kenaikan frekuensi napas melebihi normal. Terutama, oleh pengidap PPOK yang memiliki kebiasaan merokok.

5. Infeksi

Frekuensi napas melebihi normal juga bisa disebabkan oleh infeksi yang menyerang saluran pernapasan seperti flu, pneumonia, dan tuberkulosis.

6. Hiperventilasi

Hiperventilasi adalah kondisi napas pendek-pendek dan cepat. Biasanya, hal ini terjadi saat seseorang mengalami stres, gangguan kecemasan, atau serangan panik.

7. Asidosis

Asidosis terjadi saat darah di tubuh menjadi jauh lebih asam dari yang seharusnya. Gangguan ini bisa terjadi sebagai komplikasi dari diabetes.

8. Overdosis obat

Overdosis obat jenis aspirin ataupun amfetamin bisa memicu naiknya frekuensi napas. Anda perlu memastikan dosis obat yang tepat sebelum terjadi masalah pada tubuh.

9. Gangguan paru lainnya

Gangguan paru lainnya seperti kanker dan emboli paru bisa menyebabkan seseorang bernapas jadi lebih cepat dari kondisi normal. Emboli paru adalah kondisi tersumbatnya pembuluh darah yang terhubung ke paru-paru akibat gumpalan darah.

Kapan harus periksa ke dokter jika frekuensi napas tidak normal?

Jika frekuensi napas tidak seimbang, hal tersebut belum tentu menandakan penyakit. Namun, apabila nilainya terlalu jauh dari rentang normal, kemungkinan besar ada gangguan kesehatan yang sedang terjadi.Anda perlu memeriksakan diri ke dokter apabila nilai frekuensi napas sangat jauh dari angka normal, serta mengalami gejala-gejala di bawah ini:
  • Demam
  • Badan lemas
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri dada
  • Kulit terlihat kebiruan
  • Bunyi aneh saat bernapas
sumber=https://www.sehatq.com/artikel/frekuensi-napas-normal-dalam-60-detik-pada-anak-dan-dewasa

 




0 komentar:

Posting Komentar